E RAPORT

Selamat Bekerja

E-Raport 2025

Tahun ke 3 SMA Negeri 1 Bonti menggunakan Aplikasi E-Raport

ART Festival #01

ART Festival merupakan salah satu Agenda Tahunan SMA Negeri 1 Bonti dalam mengupayakan pelestarian nilai-nilai seni

Kamis, 11 Desember 2025

Dari Pelosok Negeri, Guru Indonesia Terus Belajar dan Berkarya

Di berbagai sudut pelosok negeri, masih banyak guru yang menjalankan tugas mulianya dengan keterbatasan fasilitas, akses teknologi yang minim, dan jarak tempuh yang jauh. Namun, kenyataan itu tidak pernah memadamkan semangat mereka untuk belajar, tumbuh, dan berkembang demi meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa. Justru dari keterbatasan itulah muncul kisah-kisah inspiratif tentang keteguhan hati para pendidik Indonesia.


Banyak guru di daerah terpencil yang harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mendapatkan sinyal internet, sekadar mengikuti pelatihan daring atau mengunduh materi pembelajaran. Ada pula yang rela belajar secara mandiri melalui buku-buku lama, atau berbagi pengetahuan antar rekan sejawat agar mutu mengajar tetap meningkat.

Inilah bukti nyata bahwa semangat belajar tidak dibatasi oleh lokasi. Pelosok negeri bukanlah alasan untuk berhenti belajar, tetapi menjadi alasan untuk terus bergerak maju.
 
Peran Komunitas dalam Menjembatani Ruang Belajar Guru

Berbagai komunitas pendidikan di Indonesia juga berperan penting mendukung geliat belajar para guru, salah satunya Ikatan Guru Indonesia (IGI). Organisasi ini hadir dengan berbagai program pengembangan kompetensi yang bisa diikuti oleh guru dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk daerah yang jauh dari pusat kota.

Program-program pelatihan, workshop, dan kelas daring yang diselenggarakan IGI membantu guru-guru untuk tetap mendapatkan akses belajar yang setara. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan digital, tetapi juga diberdayakan untuk menjadi pendidik yang adaptif, kreatif, dan produktif.

Salah satu program yang paling terkenal dari IGI adalah SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog). Program ini mengajak setiap guru untuk memiliki blog pribadi sebagai ruang belajar, berbagi inspirasi, menulis pengalaman, serta mendokumentasikan praktik baik pembelajaran mereka. Melalui SAGUSABLOG, guru-guru dari pelosok pun dapat berbicara kepada dunia: menampilkan karya, catatan refleksi, hingga inovasi pembelajaran yang telah mereka hasilkan.
 
Ketika Dunia Menjadi Lebih Dekat Berkat Teknologi

Meskipun fasilitas di lapangan tidak selalu memadai, kemampuan guru untuk memanfaatkan teknologi dengan segala keterbatasannya patut diapresiasi. Banyak guru dari daerah 3T yang kini mahir membuat bahan ajar digital, memproduksi media pembelajaran kreatif, hingga mengelola blog melalui program SAGUSABLOG.

Perkembangan teknologi kini membuat dunia terasa lebih dekat, dan para guru tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik. Melalui blog, media sosial, dan platform belajar, mereka dapat bertukar pikiran dengan guru dari Sabang sampai Merauke, bahkan berkolaborasi dalam proyek pendidikan bersama.
 
Semangat yang Tidak Pernah Padam

Guru adalah pilar bangsa. Di tangan merekalah masa depan pendidikan Indonesia digenggam dan diarahkan. Mereka yang berada di pelosok negeri sekalipun tak pernah menyerah untuk terus belajar, karena mereka memahami bahwa kualitas seorang guru sangat menentukan kualitas generasi berikutnya.

Bagi mereka, belajar bukan sekadar kewajiban profesi, melainkan panggilan jiwa. Keterbatasan bukan rintangan, tetapi tantangan yang melecut semangat mereka.

Dan selama semangat itu terus menyala, tidak ada pelosok yang terlalu jauh bagi seorang guru untuk berkembang.

Senin, 08 Desember 2025

Sosialisasi TKA 2025

Sosialisasi TKA di SMA Negeri 1 Bonti Tahun 2025



SMA Negeri 1 Bonti- Dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap mekanisme dan teknis pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), SMA Negeri 1 Bonti menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi TKA Tahun 2025 pada hari yang penuh antusiasme dan semangat belajar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh orang tua siswa kelas XII serta para guru yang berperan sebagai pendamping.

Acara sosialisasi dipandu oleh Ibu Agus Susanti, S.Pd.K, yang tampil lugas dan komunikatif dalam mengarahkan jalannya kegiatan. Dengan pembawaan yang ramah dan energik, beliau berhasil membangun suasana yang kondusif sehingga peserta tetap fokus selama sesi berlangsung.

Sebagai narasumber utama, Kepala SMA Negeri 1 Bonti, Bapak Zeno, S.Pd, memberikan pemaparan mengenai pentingnya TKA sebagai salah satu instrumen penilaian untuk melihat kesiapan akademik siswa. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa TKA bukan sekadar tes, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang membantu siswa memahami kemampuan diri serta menentukan arah studi selanjutnya.

Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Abang Zulkifli, S.Pd, yang menjelaskan secara rinci tentang struktur soal, alur pelaksanaan, serta strategi belajar efektif yang dapat diterapkan siswa untuk menghadapi TKA 2025. Beliau juga memaparkan pemanfaatan platform belajar, jadwal pendampingan, serta pentingnya kedisiplinan belajar secara mandiri.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan interaktif. Sesi tanya jawab memberikan ruang bagi orang tua siswa untuk mengungkapkan berbagai pertanyaan seputar TKA, baik mengenai materi, teknis pelaksanaan, maupun persiapan diri. Para narasumber menjawab dengan jelas dan memberikan tips yang relevan.

              

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa SMA Negeri 1 Bonti semakin siap menghadapi TKA Tahun 2025. Sosialisasi ini juga menjadi wujud komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan terbaik serta mendukung kesuksesan peserta didik dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan bekal informasi yang tepat dan strategi belajar yang terarah, para siswa diharapkan dapat menghadapi TKA dengan optimis, percaya diri, dan penuh persiapan. Semoga kegiatan sosialisasi ini memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Bonti.

CONTOH ATP EKONOMI FASE F KURIKULUM MERDEKA

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) – EKONOMI

 

Lingkup Materi

Tujuan Pembelajaran (TP)

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Konsep Dasar Ekonomi

Peserta didik memahami konsep dasar ekonomi dan mampu menerapkannya dalam konteks nyata.

1. Menjelaskan pengertian ilmu ekonomi dan ruang lingkupnya.
2. Menjelaskan motif, tindakan, dan prinsip ekonomi.
3. Mengidentifikasi masalah dasar ekonomi.
4. Membandingkan berbagai sistem ekonomi.

Permasalahan Ekonomi dan Literasi Keuangan

Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan ekonomi dan keuangan serta menganalisis dampaknya.

1. Mengidentifikasi permasalahan ekonomi.
2. Menjelaskan literasi ekonomi dan keuangan.
3. Menganalisis hubungan masalah ekonomi & keuangan digital.
4. Menganalisis dampak masalah ekonomi.

Pendapatan Nasional & Pertumbuhan Ekonomi

Peserta didik memahami pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi serta kaitannya dengan kemiskinan dan kesenjangan.

1. Menjelaskan konsep pendapatan nasional.
2. Menjelaskan pertumbuhan ekonomi.
3. Menganalisis hubungan pendapatan nasional–kemiskinan.
4. Menilai solusi pengentasan kemiskinan.

Ketenagakerjaan

Peserta didik memahami konsep ketenagakerjaan dan mampu menganalisis masalah serta solusinya.

1. Menjelaskan konsep ketenagakerjaan.
2. Mengidentifikasi jenis pengangguran.
3. Menganalisis dampak pengangguran.
4. Menyusun solusi masalah ketenagakerjaan.

Uang, Inflasi & Kebijakan Moneter

Peserta didik memahami konsep uang, inflasi, dan kebijakan moneter.

1. Menjelaskan pengertian dan fungsi uang.
2. Menjelaskan peredaran uang.
3. Menganalisis inflasi.
4. Menjelaskan kebijakan moneter.

Akuntansi Keuangan Dasar

Peserta didik memahami dasar akuntansi untuk menilai kondisi keuangan unit usaha.

1. Menjelaskan tujuan akuntansi.
2. Menerapkan persamaan dasar akuntansi.
3. Menjelaskan siklus akuntansi.
4. Membaca laporan keuangan sederhana.

Kebijakan Fiskal, APBN/APBD, dan Perpajakan

Peserta didik memahami kebijakan fiskal, anggaran negara/daerah, dan perpajakan.

1. Menjelaskan fungsi kebijakan fiskal.
2. Menjelaskan APBN/APBD.
3. Menjelaskan konsep perpajakan.
4. Menganalisis peran pajak.

Ekonomi Internasional

Peserta didik memahami konsep ekonomi internasional dan masalahnya.

1. Menjelaskan perdagangan internasional.
2. Mengidentifikasi hambatan perdagangan.
3. Menjelaskan neraca pembayaran.
4. Menganalisis masalah ekonomi internasional.